Bangkit Pascabencana, Para Pelaku Usaha Mikro Harus Kuatkan Growth Mindset
Taufik Hidayat - 23 Februari 2026 - Rilis BeritaDUKUHUMKM, Surabaya– Pemulihan ekonomi pasca-bencana tidak cukup hanya dengan suntikan modal dan bantuan fisik. Dibutuhkan perubahan cara pandang agar pelaku usaha mampu melihat peluang di tengah keterbatasan. Melalui penguatan growth mindset, pelaku usaha mikro didorong untuk bangkit secara bertahap dan berkelanjutan.
Melalui materi yang disampaikan belum lama ini, Dosen Sosiologi Universitas Airlangga (UNAIR) Rafi Aufa Mawardi, SSosio, MSosio menekankan pentingnya growth mindset bagi pelaku usaha mikro. Menurutnya, growth mindset adalah pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan, keterampilan, dan keberhasilan dapat dikembangkan melalui proses belajar, latihan dan pengalaman.
Dalam konteks pascabencana, pola pikir ini mendorong pelaku usaha untuk percaya bahwa usaha bisa diperbaiki, keterampilan dapat ditingkatkan, dan kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.
“Growth mindset bukan optimisme kosong, tetapi optimisme yang disertai tindakan nyata. Semoga kita dapat memiliki mindset yang bertumbuh secara signifikan,” jelasnya.
Menurutnya, tidak dapat dipungkiri aspek usaha ini sudah dibangun sejak lama, namun ketika bencana terjadi, bangkit itu sangatlah susah. Namun disini kami hanya bisa memberikan motivasi dan dukungan secara moral. “Saya rasa 25 pelaku usaha disini punya potensi untuk bangkit. Mungkin musibah yang dialami bapak dan ibu menjadi ruang agar bisa beradaptasi dengan dunia yang sangat berubah hari ini,” ungkapnya.
Menggeser Fokus dari Kehilangan ke Peluang
Rafi menjelaskan, banyak pelaku usaha mikro terjebak dalam fixed mindset ketika menghadapi situasi sulit. Misalnya, saat modal hilang, muncul pikiran ‘Saya tidak bisa usaha lagi’. Ketika pelanggan sepi, muncul anggapan ‘Usaha saya gagal’. Padahal, dengan growth mindset, pola pikir tersebut dapat diubah menjadi ‘Saya bisa mulai dari kecil’ atau ‘Saya perlu cara baru menjangkau pelanggan'.
Perubahan cara pandang ini memindahkan fokus dari apa yang hilang menuju apa yang masih bisa dibangun. Bahkan ketika alat usaha rusak atau kompetitor bertambah banyak, pelaku usaha didorong untuk mencari alternatif, berimprovisasi, dan menemukan keunikan produk.
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Produk Amerika Serikat yang Masuk ke Indonesia Tetap Wajib Sertifikasi Halal
Berita 7 hari lalu
Bupati Kebumen Berharap Cafe Ngisor Klopo Berikan Dampak Positif Ekonomi Desa Munggu
Berita 9 hari lalu
Dosen UNAIR: Pengelolaan Keuangan Fondasi Utama Keberlangsuangan Usaha
Berita 9 hari lalu
Bangkit Pascabencana, Para Pelaku Usaha Mikro Harus Kuatkan Growth Mindset
Berita 9 hari lalu
Pertamina Gandeng GAPULIMGI Bangun Ekosistem Kelola Minyak Jelantah
Berita 15 hari lalu
Terkini
Produk Amerika Serikat yang Masuk ke Indonesia Tetap Wajib Sertifikasi Halal
Berita 7 hari lalu
Bupati Kebumen Berharap Cafe Ngisor Klopo Berikan Dampak Positif Ekonomi Desa Munggu
Berita 9 hari lalu
Herdiana Dewi Utari, Dari Ibu Rumah Tangga hingga Jadi Pelopor Teh Herbal DEWITI yang Mendunia
Peluang 9 hari lalu
Dosen UNAIR: Pengelolaan Keuangan Fondasi Utama Keberlangsuangan Usaha
Berita 9 hari lalu
Bangkit Pascabencana, Para Pelaku Usaha Mikro Harus Kuatkan Growth Mindset
Berita 9 hari lalu
Pertamina Gandeng GAPULIMGI Bangun Ekosistem Kelola Minyak Jelantah
Berita 15 hari lalu
Produk UMKM Binaan Pertamina Laris Manis di INACRAFT 2026, Digemari Buyer Asing Transaksi Tembus Miliaran
Berita 23 hari lalu
UMIMAX Pertamina, Jadi Jalan Ninja Pelaku Usaha Kecil Jadi Besar
Berita 23 hari lalu
Rumah Peralatan Dawet Ayu Milik Mukodas Tetap Jaga Keaslian dan Kearifan Lokal Kini Tembus Hingga Papua
Berita 28 hari lalu
Luncurkan Rumah Bersama Ekspor Jateng, Nawal Arafah: CJTEC Jadi Jembatan UMKM Tembus Pasar Global
Berita 1 bulan lalu
Nawal Yasin Dorong Kerajinan dan UMKM Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Berita 1 bulan lalu