BERITA

PELUANG

Rumah Peralatan Dawet Ayu Milik Mukodas Tetap Jaga Keaslian dan Kearifan Lokal Kini Tembus Hingga Papua

DUKUHUMKM, Banjarnegara- Dawet Ayu Banjarnegara, minuman tradisional yang telah dikenal luas, tak lepas dari peran para pengrajin perlengkapan yang mendukung kesuksesannya. Salah satunya adalah Mukodas, pemilik Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara yang terletak di Dusun Wanatangi, Kelurahan Argasoka. 

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Mukodas bersama istrinya mengelola pusat produksi perlengkapan dan perkakas dagang ini, menjadikannya tempat utama bagi siapa pun yang ingin memulai usaha Dawet Ayu dengan standar keaslian yang terjaga.

Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara memproduksi berbagai perlengkapan khas, mulai dari rombong dawet (wadah khas), gerobak ukir yang ikonik, centhong (sendok pengambil), hingga aksesoris lainnya. Semua peralatan ini diproduksi dengan sentuhan tangan terampil, yang tidak hanya dilakukan oleh Mukodas sendiri, tetapi juga melibatkan dua tukang lainnya. Setiap harinya, seorang tukang dapat membuat lebih dari sepasang rombong dawet.

Setiap aksesoris pada rombong Dawet Ayu memiliki makna dan doa, mencerminkan kearifan lokal. Ikon tokoh wayang Semar dan Gareng, misalnya, melambangkan harapan agar dagangan laris manis saat musim kemarau. Selain itu, simbolisme ini diperkuat dengan penggunaan bendera hijau yang merepresentasikan kesegaran daun pandan serta keberkahan bagi penjual dan pembeli.

Peralatan ini juga dikenal tangguh dan awet, dengan perawatan yang tepat, perlengkapan dagang ini dapat bertahan antara 3 hingga 5 tahun pemakaian rutin. Mukodas menekankan, “Alat tradisional ini melambangkan kesederhanaan, kerendahan hati, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam.”

Produk Berkualitas dengan Harga Terjangkau
Selain kualitas yang terjamin, harga produk Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara juga sangat kompetitif. Untuk sepasang rombong dawet, pembeli cukup merogoh kocek sebesar Rp600 ribu. Sedangkan untuk paket lengkap beserta gerobaknya, produk ini dibanderol dengan harga terjangkau Rp2,2 juta.

Produk buatan Mukodas kini telah merambah pasar nasional, dari Pulau Jawa hingga Papua. Di era digital, mayoritas pembeli memilih untuk memesan secara online demi memastikan keaslian produk langsung dari daerah asalnya. Namun, meskipun peminat telah meluas, Mukodas masih mempertimbangkan ekspor produk akibat kendala logistik, terutama dalam hal pengiriman yang memakan waktu cukup lama.


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini