Rumah Peralatan Dawet Ayu Milik Mukodas Tetap Jaga Keaslian dan Kearifan Lokal Kini Tembus Hingga Papua
Beni Iqsa - 04 Februari 2026 - RagamDUKUHUMKM, Banjarnegara- Dawet Ayu Banjarnegara, minuman tradisional yang telah dikenal luas, tak lepas dari peran para pengrajin perlengkapan yang mendukung kesuksesannya. Salah satunya adalah Mukodas, pemilik Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara yang terletak di Dusun Wanatangi, Kelurahan Argasoka.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Mukodas bersama istrinya mengelola pusat produksi perlengkapan dan perkakas dagang ini, menjadikannya tempat utama bagi siapa pun yang ingin memulai usaha Dawet Ayu dengan standar keaslian yang terjaga.
Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara memproduksi berbagai perlengkapan khas, mulai dari rombong dawet (wadah khas), gerobak ukir yang ikonik, centhong (sendok pengambil), hingga aksesoris lainnya. Semua peralatan ini diproduksi dengan sentuhan tangan terampil, yang tidak hanya dilakukan oleh Mukodas sendiri, tetapi juga melibatkan dua tukang lainnya. Setiap harinya, seorang tukang dapat membuat lebih dari sepasang rombong dawet.
Setiap aksesoris pada rombong Dawet Ayu memiliki makna dan doa, mencerminkan kearifan lokal. Ikon tokoh wayang Semar dan Gareng, misalnya, melambangkan harapan agar dagangan laris manis saat musim kemarau. Selain itu, simbolisme ini diperkuat dengan penggunaan bendera hijau yang merepresentasikan kesegaran daun pandan serta keberkahan bagi penjual dan pembeli.
Peralatan ini juga dikenal tangguh dan awet, dengan perawatan yang tepat, perlengkapan dagang ini dapat bertahan antara 3 hingga 5 tahun pemakaian rutin. Mukodas menekankan, “Alat tradisional ini melambangkan kesederhanaan, kerendahan hati, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam.”
Produk Berkualitas dengan Harga Terjangkau
Selain kualitas yang terjamin, harga produk Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara juga sangat kompetitif. Untuk sepasang rombong dawet, pembeli cukup merogoh kocek sebesar Rp600 ribu. Sedangkan untuk paket lengkap beserta gerobaknya, produk ini dibanderol dengan harga terjangkau Rp2,2 juta.
Produk buatan Mukodas kini telah merambah pasar nasional, dari Pulau Jawa hingga Papua. Di era digital, mayoritas pembeli memilih untuk memesan secara online demi memastikan keaslian produk langsung dari daerah asalnya. Namun, meskipun peminat telah meluas, Mukodas masih mempertimbangkan ekspor produk akibat kendala logistik, terutama dalam hal pengiriman yang memakan waktu cukup lama.
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Produk Amerika Serikat yang Masuk ke Indonesia Tetap Wajib Sertifikasi Halal
Berita 7 hari lalu
Bupati Kebumen Berharap Cafe Ngisor Klopo Berikan Dampak Positif Ekonomi Desa Munggu
Berita 9 hari lalu
Dosen UNAIR: Pengelolaan Keuangan Fondasi Utama Keberlangsuangan Usaha
Berita 9 hari lalu
Bangkit Pascabencana, Para Pelaku Usaha Mikro Harus Kuatkan Growth Mindset
Berita 9 hari lalu
Pertamina Gandeng GAPULIMGI Bangun Ekosistem Kelola Minyak Jelantah
Berita 15 hari lalu
Terkini
Produk Amerika Serikat yang Masuk ke Indonesia Tetap Wajib Sertifikasi Halal
Berita 7 hari lalu
Bupati Kebumen Berharap Cafe Ngisor Klopo Berikan Dampak Positif Ekonomi Desa Munggu
Berita 9 hari lalu
Herdiana Dewi Utari, Dari Ibu Rumah Tangga hingga Jadi Pelopor Teh Herbal DEWITI yang Mendunia
Peluang 9 hari lalu
Dosen UNAIR: Pengelolaan Keuangan Fondasi Utama Keberlangsuangan Usaha
Berita 9 hari lalu
Bangkit Pascabencana, Para Pelaku Usaha Mikro Harus Kuatkan Growth Mindset
Berita 9 hari lalu
Pertamina Gandeng GAPULIMGI Bangun Ekosistem Kelola Minyak Jelantah
Berita 15 hari lalu
Produk UMKM Binaan Pertamina Laris Manis di INACRAFT 2026, Digemari Buyer Asing Transaksi Tembus Miliaran
Berita 23 hari lalu
UMIMAX Pertamina, Jadi Jalan Ninja Pelaku Usaha Kecil Jadi Besar
Berita 23 hari lalu
Rumah Peralatan Dawet Ayu Milik Mukodas Tetap Jaga Keaslian dan Kearifan Lokal Kini Tembus Hingga Papua
Berita 28 hari lalu
Luncurkan Rumah Bersama Ekspor Jateng, Nawal Arafah: CJTEC Jadi Jembatan UMKM Tembus Pasar Global
Berita 1 bulan lalu
Nawal Yasin Dorong Kerajinan dan UMKM Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Berita 1 bulan lalu