Inovasi Digitalisasi Sistem Mina Padi Mahasiswa SV UNDIP Juarai Ajang Bergengsi Pertamina

Inovasi Digitalisasi Sistem Mina Padi Mahasiswa SV UNDIP Juarai Ajang Bergengsi Pertamina

DUKUHUMKM, Semarang- Torehan prestasi membanggakan mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dengan inovasinya Digitalisasi Sistem Mina Padi, kian menambah deretan penghargaan yang patut diberikan applause. 

Penghargaan yang baru saja diraih Tim ICEDEEP dengan menjuarai peringkat 1 tingkat nasional pada kompetisi Social and Technology Innovation Challenge (SoTech) pada 2 Juni 2024. Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh PT Pertamina Refinery Unit III Plaju Palembang Sumatera Selatan dan berkolaborasi dengan Yayasan Antara Djaya.

Tim ICEDEEP (Inovasi Cerdas untuk Pengembangan Pertanian) merupakan inovator post milenial dari mahasiswa TRKI Sekolah Vokasi UNDIP yang telah mengembangkan digitalisasi sistem mina padi. Tim ICEDEEP, diketuai oleh Syaikha Butsaina Dhiya'ulhaq (mahasiswi angkatan 2020) bersama kedua rekannya yakni Malika Pintanada Kaladinanty (mahasiswi angkatan 2022) dan Haliza Ramadiani (mahasiswi angkatan 2022) dengan dipandu dosen pembimbingnya, Mohamad Endy Yulianto. 

Syaikha menyebutkan kompetisi SoTech pada dasarnya merupakan case-based competition, dimana partisipan diberi 5 topik permasalahan seputar agrikultur (pertanian, perikanan, dan peternakan) yang dialami oleh pelaku kegiatan di area Banyuasin, Sumatera Selatan, yang kemudian harus diselesaikan oleh peserta melalui inovasi penerapan IPTEK (kategori Teknologi) dan langkah pendampingan (kategori Sosial) yang dikembangkan masing-masing tim.

“Rangkaian kompetisi SoTech dimulai sejak bulan Februari, yang diikuti sebanyak 189 peserta, dari 71 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Babak penyisihan 12 besar masing-masing tim diminta untuk membuat prototype inovasi melalui pendanaan SoTech senilai Rp2.000.000 tiap tim (Maret – Mei). Puncak acara berupa Grand Final yang diselenggarakan pada 2 Juni 2024 di Palembang Indah Mall untuk mempresentasi sekaligus mensimulasikan hasil prototype yang sudah dikembangkan sebelumnya di hadapan juri dan hadirin Exhibition SoTech,” terang Syaikha.
 
Syaikha termasuk mahasiswa berprestasi yang berhasil memiliki 5 HKI, 1 paper Internasional bereputasi dan beberapa publikasi media massa. Ia mengungkapkan bahwa inovasinya diberi nama Many Paddy. “Inovasi itu pada dasarnya merupakan pengembangan Mina Padi dengan tata letak dan integrasi pertanian, peternakan, serta perikanan yang diubah ke dalam tatanan baru, lengkap dengan penggunaan teknologi sensor bertenaga panel surya” jelasnya.

Selain itu, Malika yang juga telah mengantongi 2 HKI, menyatakan bahwa prototype yang dikembangkan dengan skala pengecilan 1:500, berhasil mengintegrasikan sensor pH air kolam perikanan dengan sensor ketinggian level air sawah. Apabila pH kolam air perikanan menurun hingga di bawah 5, maka air akan dialirkan dari kolam menuju sawah. 

“Pada pH di bawah 5, terdapat pakan ikan yang sudah terdekomposisi bersama dengan residu ikan, membentuk nitrat dan nitrogen yang apabila diutilisasi sebagai air persawahan akan dapat membantu memenuhi kebutuhan zat hara pada sawah,” imbuh Malika. 
“Air akan dialirkan dari kolam ke sawah hingga ketinggian air di sawah tercapai 1,5 cm. Apabila air sawah kurang dari 1 cm, maka air akan disuplai dari kolam ikan atau sumber air luar. Apabila air sawah lebih dari 1,5 cm, maka sensor akan mendeteksi dan langsung mengeluarkan air dari sawah hingga tercapai ketinggian optimal,” tambah Haliza. 


Editor: Red

Terkait

Komentar

Terkini