Tampak Sepele, tapi Desa Ini Mampu Bertahan di Masa Pandemi dengan Tanaman Lidah Buaya

Tampak Sepele, tapi Desa Ini Mampu Bertahan di Masa Pandemi dengan Tanaman Lidah Buaya

Sebuah desa di wilayah timur Kota Ranchi, India, mendapat julukan unik sebagai “Desa Aloe Vera” atau “Desa Lidah Buaya”. Julukan ini muncul karena hampir seluruh penduduk desa tersebut serius membudidayakan tanaman herbal itu hingga menjadi sumber penghasilan utama.

Nama desa tersebut sebenarnya Deori. Di tempat ini, tanaman aloe vera—yang di Indonesia lebih dikenal sebagai lidah buaya—hampir selalu terlihat di halaman setiap rumah warga.

Namun tanaman tersebut bukan sekadar penghias pekarangan. Warga desa memanfaatkannya sebagai komoditas ekonomi yang diperjualbelikan.

Salah seorang petani, Birsa Oroan, mengatakan bahwa dirinya bersama warga lain mulai membudidayakan lidah buaya setelah mengikuti program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Birsa Krishi Vishwavidyalaya atau Universitas Pertanian Birsa.

Karena hampir setiap rumah tangga menanam lidah buaya, desa ini kemudian berkembang menjadi sentra produksi tanaman tersebut. Permintaan pembelian pun datang dari berbagai tempat, sehingga memberikan keuntungan ekonomi bagi warga.

Menariknya, program budidaya ini juga melibatkan kaum perempuan. Dengan begitu, para perempuan desa memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan sendiri dan hidup lebih mandiri.

Salah satu pemimpin kelompok perempuan petani di desa itu, Manju Kacchap, mengungkapkan bahwa sekitar satu kuintal lidah buaya dipanen dan dijual dari desa tersebut setiap bulan.


Editor: Hani

Terkait

Komentar

Terkini