Herdiana Dewi Utari, Dari Ibu Rumah Tangga hingga Jadi Pelopor Teh Herbal DEWITI yang Mendunia

Herdiana Dewi Utari, Dari Ibu Rumah Tangga hingga Jadi Pelopor Teh Herbal DEWITI yang Mendunia

DUKUHUMKM, Yogyakarta– Perjalanan bisnis sering kali dimulai dari hal sederhana, seperti yang dialami oleh Herdiana Dewi Utari, SSi, pemilik usaha teh herbal Dewiti. Dari masa kuliah di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga kehidupan sebagai ibu rumah tangga, Herdiana telah berhasil mengembangkan usaha teh herbal Dewiti yang kini merambah pasar nasional hingga internasional.

"Semua bermula dari kepedulian terhadap kebutuhan ibu-ibu rumah tangga. Itu yang menjadi awal ide bisnis," ungkap Herdiana dalam sebuah wawancara yang dikutip dari laman resmi UGM.

Sebagai alumni UGM Fakultas Geografi Program Studi Kependudukan dan Tenaga Kerja angkatan 1991, Herdiana mendirikan CV Dewi Makmur yang memproduksi berbagai olahan teh herbal dengan merek dagang *DEWITI*. Semangat kewirausahaan Herdiana tumbuh dari kepedulian terhadap pola konsumsi minuman anak-anak yang lebih banyak mengonsumsi minuman manis dan mengandung bahan pengawet. Melihat peluang ini, ia mulai mengolah rosela, bunga yang tengah populer, menjadi berbagai produk seperti teh rosela, sirop, selai, dan manisan.

“Senang karena ada respons dari anak-anak, dan ini menjadi titik balik penting. Produk rosela ini disukai karena rasanya segar, warna merah cerah, dan rasa manisnya berasal dari gula asli,” ujar Herdiana.

Setelah melakukan riset lebih lanjut mengenai manfaat rosela, Herdiana semakin yakin untuk memasarkan produk herbal tersebut. Ia mulai menjalankan usaha dari rumah pada Juni 2008, dengan peralatan manual dan hanya memproduksi satu jenis produk: teh rosela. Pada 2010, seiring dengan berkembangnya pasar, ia membentuk merek dagang DEWITI dan mendirikan badan hukum CV Dewi Makmur untuk memperkuat legalitas usaha.

Herdiana menjelaskan bahwa legalitas usaha sangat penting untuk mendukung ekspansi bisnis. Tanpa legalitas, produk sulit untuk disertifikasi dan kepercayaan konsumen pun terbatas. Kini, CV Dewi Makmur memproduksi sembilan varian teh herbal, seperti Teh Rosella, Teh Kulit Manggis, Teh Daun Sirsak, Teh Jati Cina, Angkak, Wedang Uwuh, Teh Sarang Semut, Teh Daun Kelor, dan Teh Sereh Wangi/Teh Sereh Jahe.

Salah satu pencapaian besar CV Dewi Makmur adalah sebagai pelopor teh herbal celup di Yogyakarta. Pada 2008, hanya sedikit produsen teh herbal celup di Indonesia, dan CV Dewi Makmur menjadi salah satu dari dua produsen pertama yang memasarkan teh herbal celup ke retail modern dan toko oleh-oleh di Yogyakarta.

Namun, perjalanan bisnis Herdiana tidak selalu mulus. Pandemi COVID-19 di 2020 menjadi tantangan besar bagi usaha ini. Meskipun produk teh herbal sempat booming, pada awal pandemi, produk Dewiti mengalami overstock akibat penutupan toko retail dan perubahan tren pasar. "Masyarakat lebih mengenal produk herbal yang identik dengan istilah empon-empon corona," ungkap Herdiana.

Untuk mengatasi krisis tersebut, CV Dewi Makmur merespons dengan cepat dengan mengembangkan produk baru bernama Wedang Jangkep, yang terbuat dari rempah-rempah khas. Produk ini dipasarkan sebagai minuman peningkat imunitas tubuh, sebuah respons terhadap perubahan permintaan di tengah pandemi. "Wedang Jangkep ini sesungguhnya sudah dikenal sejak masa nenek moyang," jelasnya.

Tidak hanya fokus pada kualitas rasa, Herdiana juga memperhatikan aspek legalitas dan sertifikasi produk. Saat ini, DEWITI telah memperoleh sertifikat MUI, sertifikat kesehatan dari dinas kesehatan setempat, dan Sertifikat UKOT (Usaha Kecil Obat Tradisional), yang menjadi jaminan kualitas bagi konsumen.

Selain memproduksi teh herbal bermerek DEWITI, CV Dewi Makmur juga melayani jasa maklun (toll manufacturing) untuk produk teh dengan merek lain dan menyediakan layanan kunjungan wisata edukasi kesehatan.

Dengan cakupan distribusi yang kini mencakup berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Bali, dan Ambon, serta pasar internasional di Malaysia, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura, CV Dewi Makmur terus memperluas jangkauannya. Produk DEWITI kini dikenal di berbagai negara dan menjadi bukti nyata bahwa UMKM bisa berkembang menjadi bisnis yang profesional dan berdaya saing global.

Kisah sukses Herdiana Dewi Utari menunjukkan bahwa alumni UGM tidak hanya berkontribusi melalui profesi formal, tetapi juga melalui sektor wirausaha berbasis UMKM yang memberikan dampak luas. "UMKM bukan pilihan cadangan, tetapi pilihan strategis bagi alumni untuk menciptakan karya nyata dan membuka peluang ekonomi," pungkas Herdiana.
 


Editor: Red

Terkait

Komentar

Terkini