BPDP dan Haisawit Dorong UMKM Desa Wisata di Sleman Kembangkan Produk Turunan Sawit
DUKUHUMKM, Sleman— Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Haisawit Indonesia menggelar Program Dukungan UMKM Sawit untuk Desa Wisata di Desa Wisata Pentingsari, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program itu ditujukan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM desa wisata melalui pemanfaatan produk turunan kelapa sawit sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat sawit dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM, pengelola desa wisata, dan perwakilan pemerintah daerah. Dalam forum itu, peserta membahas peluang pengembangan produk berbasis sawit yang dapat mendukung aktivitas pariwisata desa. Beberapa produk yang diperkenalkan antara lain lilin aromaterapi, sandal, dan kerajinan taplak meja yang dapat dimanfaatkan sebagai perlengkapan homestay maupun suvenir wisata.
Direktur Haisawit Indonesia, M. Danang MRQ, mengatakan Haisawit hadir sebagai platform digital yang menyediakan akses informasi, edukasi, dan promosi bagi masyarakat serta pelaku usaha. Menurut dia, platform tersebut tidak hanya memuat informasi mengenai industri sawit, tetapi juga menjadi ruang promosi UMKM, informasi lowongan kerja, dan pemberitaan industri.
“Haisawit juga memiliki program pengembangan karier seperti Palm Oil Career Expo (POCE) serta forum internasional Haisawit Simposium (HASI) yang menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran informasi mengenai industri sawit,” ujar Danang, Senin, 23 Maret 2026.
Danang menambahkan, Haisawit Indonesia juga aktif meningkatkan kapasitas UMKM di berbagai daerah melalui pelatihan pengolahan produk turunan sawit dan penguatan jejaring pemasaran. Menurut dia, di sejumlah daerah pelaku UMKM telah memproduksi berbagai turunan sawit, seperti sabun dan kerajinan rumah tangga. Haisawit juga mempertemukan pelaku UMKM dengan sektor industri dan perhotelan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan BPDP mengelola dana dari sektor perkebunan yang berasal dari kontribusi industri kelapa sawit sebagai salah satu penyumbang devisa nonmigas. Dana tersebut, kata dia, kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), biodiesel, beasiswa, hingga pemberdayaan UMKM berbasis sawit.
Helmi menegaskan pentingnya mendorong kemitraan antara UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan sebagai bagian dari penguatan ekosistem sawit berkelanjutan. Menurut dia, kemitraan tersebut dapat mengintegrasikan rantai pasok, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran produk, sekaligus memberi kepastian usaha bagi UMKM dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Editor: Red
Terkait
DUKUHUMKM, Sleman- Pengembangan budidaya kopi di lereng Merapi…
Terkini
DUKUHID, Bandung– Banyak pelaku UMKM memulai usaha dari…
DUKUHID, Tojo Una-Una– Sebanyak 13 pelaku usaha mikro,…
DUKUHID, Semarang - Pemerintah Kota Semarang bersama sektor…
MEMILIKI uang Rp5 juta sering kali dianggap belum…
DUKUHID, Klaten– Suasana Taman Kyai Ageng Rakit, Bayat,…
DUKUHID, Jakarta– Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan…
PAGI itu, pintu warung dibuka seperti biasa. Lampu…
DUKUHID, Jakarta— Keterbatasan modal tidak selalu menjadi penghalang…
DUKUHID, Pekalongan – Antusiasme masyarakat Kota Pekalongan terhadap…
DUKUHID, Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya…
DUKUHUMKM, Semarang— Tak semua peluang usaha harus dimulai…
Komentar